🌨️ Renungan Kolose 3 5 17
Nas: Kol 3:5. Apakah penyembahan berhala itu ? 1) Yaitu, membiarkan hal-hal lain menjadi pusat dari keinginan, nilai, dan ketergantungan seorang sehingga tidak lagi bergantung dan beriman pada Allah sendiri (bd. Kel 20:3-6; Ul 7:25-26; Yes 40:18-23 ; lihat art. SIFAT PENYEMBAHAN BERHALA ).
Kolose 3:5-17 PBTB2. Karena itu, matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang yang tidak taat]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
Renungan Harian Kolose 3: 5-17 | Belajar Ikhlas. Karena cukup sering membuat tulisan di warung kopi (warkop), saya pun akrab dengan beberapa penjaga warkop. Salah satunya adalah orang yang akrab disapa Pakde, menjaga warkop tak jauh dari rumah saya. Pakde umurnya sudah kepala enam, dan wajahnya tidak sempurna karena sebuah "kecelakaan medis".
Kolose 3:16-17 TB. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
2. Kata baru yang digunakan dalam 2 Korintus 5:17 adalah kata kainos, bukan kata neos. Ini berarti bahwa "Ciptaan baru" itu karya Tuhan, bukan hasil perkerjaan manusia. Ciptaan baru (kainos) di sini berarti memang benar secara fisik kita sama saja sebagai manusia. Manusia yang terdiri dari darah dan daging, tetapi di dalam ada yang baru
Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose adalah salah satu kitab dalam Alkitab Kristen bagian Perjanjian Baru yang merupakan surat dari rasul Paulus kepada jemaat di kota Kolose, (3:12-17) Hidup Baru-di Rumah (3:18-4:1) Hidup Baru-di dunia (4:2-6) 4. Penutup Surat (4:7-18)
Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita" Colossians 3:17 And whatever you do, whether in word or deed, do it all in the name of the Lord Jesus, giving thanks to God the Father through him
Matiatas kecenderungan alami manusia Panggilan yang ada di Kolose 3:3-17 pada dasarnya adalah panggilan untuk mati atas dosa setiap hari dan hidup hanya untuk Kristus. Untuk sampai pada pengertian yang mendalam, pada Kekristenan kita harus benar-benar mengerti dan entah Anda setuju atau tidak tetapi inilah yang benar.
Paulusmemakai bahasa : matikanlah dan buanglah (ayat 5-9). Matikanlah segala sesuatu yang duniawi : percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat. Buanglah segala marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dusta. Dan semua itu mendatangkan murka Allah, akan ada pertanggungan jawab. Baru, baru, dan baru.
Rencana Bacaan dan Renungan gratis terkait dengan Kolose 3:13. Hidup Baru Dalam Kristus. Pribadi yang Baru. Komunitas Yang Autentik. Cinta dan Pernikahan. Mengalami Pembaharuan dari Allah. Jadilah Pembawa Damai. Kolose 3:13 TB. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam
Kolose 3:12-15 TB. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Rencana Bacaan dan Renungan gratis terkait dengan Kolose 3:12-15. Hidup Baru Dalam Kristus. Komunitas Yang Autentik. Cinta dan Pernikahan. Mengalami
Bacaan : Amsal 3:27-35; Khotbah : Kolose 3:12-17. Thema : Kita Anak-anak Tuhan. 1. Pendahuluan. Sebagai jemaat Kristen yang adalah orang-orang pilihan Allah yang diKuduskan dan diKasihiNya patut kita syukuri. Bukan berarti bahwa kita orang Kristen awalnya orang baik - baik semua dan suci tak bercaeat. Dengan perayaan Natal telah mengingatkan
bGvBWTg. Renungan Harian Kolose 3 5-17 Belajar Ikhlas Renungan Harian Kolose 3 5-17 Belajar Ikhlas. Karena cukup sering membuat tulisan di warung kopi warkop, saya pun akrab dengan beberapa penjaga warkop. Salah satunya adalah orang yang akrab disapa Pakde, menjaga warkop tak jauh dari rumah saya. Pakde umurnya sudah kepala enam, dan wajahnya tidak sempurna karena sebuah “kecelakaan medis”. Waktu itu tahun 1985, Pakde memeriksakan gigi geraham-atas-kirinya yang sakit. Dokter itu mencabut giginya setelah membius area di sekitarnya. Belajar Ikhlas Selang beberapa hari kemudian, syaraf di dekat gigi yang dicabut itu ada yang terganggu. Karenanya Pakde pun dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan. Setelah keluar dari rumah sakit, bibirnya kini tak rata, yang bagian kiri naik hingga mendekati tulang pipi. Memiliki wajah yang berubah karena sebuah kecelakaan tentulah bukan harapan banyak orang. Bila mengenang betapa cerobohnya orang lain memperlakukan kita, dan karena kecerobohan itu kita mesti mendapat perlakuan yang tidak nyaman dari orang lain di sisa hidup kita – betapa susah untuk bersikap ikhlas pada hal seperti itu! Karena itulah keikhlasan tidak bisa dilepaskan dari pengampunan dan ucapan syukur. Yang membuat kita rugi atau menderita kita ampuni, dan ucapan syukur dapat lahir karena kita masih hidup, melanjutkan pekerjaan, atau dikasihi keluarga. Saudara, ayat-ayat yang kita baca hari ini adalah panduan terbaik untuk menjalani hidup yang benar mengasihi, bersikap rendah hati, mengampuni, juga mengucap syukur. Ikhlas, kalau dalam bahasa gaul zaman now, adalah sebentuk tindakan yang “mengorbankan perasaan”. Tapi bila kita rela berkorban saat ini setelah diperlakukan tidak adil, kita nanti akan mendapat gajaran berupa hadirnya damai sejahtera di dalam hati. –SN Renungan Harian Kolose 3 5-17 Belajar Ikhlas Baca juga Renungan Harian Keluaran 32 Harun Tidak Setegar Musa, Berkompromi!
renungan kolose 3 5 17