🍻 Tuliskan Aspek Kebahasaan Yang Digunakan Untuk Menulis Gurindam
Tekslaporan percobaan adalah teks yang berisi laporan percobaan atau eksperimen. Dikutip dari buku Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SMP & MTs Kelas 3 oleh Dawud dkk, percobaan dilakukan dengan memberikan perlakuan terhadap suatu objek.
Kaidahkebahasaan proposal selanjutnya adalah memakai kata yang punya sifat ke-akan-an. Contoh dari kata yang sifatnya seperti itu adalah diharapkan dan akan. Penggunaan dari kata-kata ini punya tujuan untuk memperjelas tujuan. Selain itu, digunakan juga untuk memperjelas keinginan yang ditulis dalam proposal.
Pilihankata yang digunakan pada syair tersebut merupakan kata bersifat simbolik dan ungkapan lama. Pilihan kata sangat indah dengan makna yang dalam. 3. Struktur Gurindam. Selanjutnya, untuk struktur penyajian gurindam adalah dua larik merupakan isi yang berhubungan. Larik 1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik 2.
UnsurKebahasaan Artikel. Unsur kebahasaan yang terdapat dalam artikel dan karya ilmiah memiliki persamaan karena penyajian isinya berdasarkan fakta yang dibeberkan melalui opini, bukan fiksi atau imajinasi. Berikut adalah unsur kebahasaan teks artikel yang harus dicermati menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 156).
Larik1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik 2. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, gurindam tersebut menggunakan kalimat dengan pola hubungan syarat larik 1 apabila dan pada larik 2 kondisi keaadaan jika syarat dilakukan. 4. Menelaah Struktur dan Aspek Kebahasaan pada Syair Lihat dokumen lengkap (312 Halaman - 17.06MB)
Beberapajenis puisi rakyat adalah pantun, gurindam, syair, dan lain-lain. Puisi rakyat dapat diidentifikasi dari ciri bahasa atau unsur kebahasaan yang ada dalam teks tersebut. Unsur bahasa Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, unsur kebahasaan dalam teks puisi rakyat adalah: Kalimat perintah Kalimat saran
Sedangkangurindam bersajak a-a yang terdiri dari 10-14 suku kata. Berdasarkan aspek ciri bahasanya, bahasa pada pantun singkat, padat, dan jelas, serta menggunakan bahasa campur. Sementara pada syair menggunakan bahasa kiasan dan bahasanya harus sama.
Secaraaspek kebahasaan, teks gurindam tergolong ke dalam aspek berbahasa yang produktif. Terdapat empat aspek keterampilan berbahasa, meliputi: Pertama, menyimak. Kedua, berbicara. Ketiga, membaca. Keempat, menulis. Aspek menyimak dan membaca merupakan aspek reseptif, sedangkan aspek berbicara dan menulis merupakan aspek produktif.
Tuliskanunsur kebahasaan yang digunakan dalam teks narasi tersebut (Bagian kata keterangan)! SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa Daerah
Jauhar1ciri-ciri kebahasaan gurindam, yakni sebagai berikut: 1. Gurindam terdiri atas dua baris/larik dalam satu bait. 2. Rima akhirnya berpola a-a. 3. Sempurna dengan dua baris saja. 4. Baris pertama merupakan sebab (syarat/perbuatan) dan baris kedua merupakan akibat. 5. Gurindam selalu mengandung nasihat. hahahhaha asu aspek weh jjjk Iklan
Sebutkanhal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyimpulkan gurindam. Temukan tema,pokok,dan nilai moral pada gurindam 3. Temukan apa yang bisa dijadikan simpulan . 139 Answer. Wijamallogi123 February 2019 | 0 Replies . Tuliskan aspek kebahasaan yang digunakan untuk menulis guridam? Answer. Wijamallogi123 February 2019 | 0
Polarima sama a-a-a-a. Keempat larik syair merupakan isi dan terkait dengan bait-bait yang lain. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan syair tersebut larik 1 menggunakan kalimat untuk menyapa menggunakan kata seru Hai . Larik larik 2 dan 3 merupakan kalimat perintah kepada generasi muda yang disapa pada larik 1.
pCnrw. Ilustrasi menulis syair. Foto Shutter StockPengertian Pantun, Syair, dan GurindamIlustrasi menulis syair dan pantun. Foto Shutter StockAsam kendis asam gelugurkedua asam siang riangMenangis mayat di dalam kuburMengingat diri tidak sembahyangInilah gerangan suatu madahMengarangkan syair terlalu indahMembetuli jalan tempat berpindahDi sanalah itikat diperbetuli sudahWahai muda kenali dirimuIalah perahu tamsil tubuhmuTiadalah berapa lama hidupmuKe akhirat jua kekal diammuHai muda arif budimanHasilkan kemudi dengan pedomanAlat perahumu jua kerjakanItulah jalan membetuli insanPerteguh jua alat perahumuHasilkan bekal air dan kayuDayung pengayuh taruh di situSupaya laju perahumu ituBarang siapa tiada memegang agama,Sekali-kali tiada boleh dibilang siapa mengenal yang empat,Maka ia itulah orang yang ma’ siapa mengenal Allah,Suruh dan tegahnya tiada ia siapa mengenal diri,Maka telah mengenal akan Tuhan yang siapa mengenal dunia,Tahulah ia barang yang siapa mengenal akhirat,Tahulah ia dunia Pantun, Syair, dan GurindamIlustrasi perempuan menulis pantun. Foto Shutter StockPersamaan Pantun, Syair, dan GurindamIlustrasi pantun, syair, dan gurindam. Foto Shutter Stock
Ciri-ciri gurindam – Gurindam adalah salah satu jenis karya sastra dalam bentuk puisi lama. Jika dibandingkan dengan karya sastra lain seperti pantun dan syair, istilah gurindam mungkin kurang begitu populer. Meski begitu karya gurindam memiliki definisi dan karakteristik tersendiri dibandingkan karya umum pengertian gurindam adalah karya sastra lama yang berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait yang terdiri dari dua baris pada tiap gurindam tiap baris juga saling berkaitan satu sama lain. Ciri ciri gurindam lain bisa dilihat dari makna gurindam yang terkandung di dalam isinya. Isi gurindam biasanya berupa sindiran dan nasehat tentang kehidupan sehari-hari.baca juga ciri-ciri syairBerikut merupakan 8 ciri-ciri gurindam secara umum yang terdiri dari karakteristik gurindam dilihat dari tata bahasa, kesustraan dan unsur-unsurnya Terdiri dari dua barisGurindam terdiri dari dua baris/larik pada tiap baitnya. Pada beberapa kasus memang ada gurindam dengan lebih dari dua baris, namun secara umum hanya ada dua baris pada tiap bait pada Terdapat 10-14 suku kata tiap barisJumlah suku kata pada tiap baris gurindam tidak tetap. Jika dirataan pada sebuah interval, maka kebanyakan tiap baris pada gurindam memiliki 10 sampai 14 suku Memiliki hubungan sebab akibatSalah satu ciri khas gurindam adalah keterkaitan antar satu baris dengan baris berikutnya. Artinya ada hubungan sebab akibat pada dua baris yang ada pada gurinda,4. Bersajak a-aCiri ciri gurindam berikutnya adalah memiliki rima atau bersajak a-a, b-b, c-c dan seterusnya. Artinya akhiran suku kata di akhir tiap baris harus Isi gurindam ada pada baris keduaGurindam terdiri dari dua baris, namun hanya pada baris kedua saja tertuan isi atau maksud dari gurindam. Baris pertama hanya menjadi awalan saja, sedangkan isi atau maksud dari gurindam ada pada baris kedua6. Berisi tentang sindiran dan nasehatHal yang membedakan gurindam dari karya sastra lain adalah isi dan makna gurindam. Isi gurindam biasanya berupa nasehat-nasehat, sindiran, filosofi hidup atau kata-kata mutiara7. Menggunakan kalimat majemukUnsur-unsur gurindam juga meliputi pemilihan kata dan bahasa dalam kalimatnya. Kalimat baris gurindam biasanya merupakan sebuah kalimat Terdiri dari dua jenisSecara umum, terdapat dua macam-maca gurindam, yakni gurindam berangkai dan gurindam berkait. Gurindam berangkai adalah bentuk gurindam yang memiliki kata yang sama di setiap baris pertama baitnya. Sedangkan gurindam berkait adalah gurindam yang bait pertama berhubungan dengan bait berikutnya dan juga pada bait demikianlah pembahasan mengenai ciri-ciri gurindam secara umum dijelaskan dengan lengkap. Semoga bisa menjadi referensi dan menambah wawasan.
Gurindam – Pengertian, Ciri, Jenis, Nilai, Cara dan Contoh – – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Gurindam yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, jenis, nilai, cara dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Pengertian Gurindam Gurindam merupakan suatu kata yang berasal dari bahasa sansakerta yang merupakan suatu puisi melayu tradisional dan berasal dari tamil yakni negara bharat . Gurindam dapat dianggap sebagai puisi terikat, rima yang burujung sama yakni a-a. Gurindam merupakan jenis puisi lama yang hanya terdiri dari dua baris di dalam satu baitnya . Pada baris yang pertama akan menyetakan tentang perbuatan dan yang ada dibaris ke dua merupakan suatu akibat yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Maka baris yang ada di dalam gurindam memiliki hubungan sebab dan juga akibat. Pada umumnya gurindam dapat dipakai untuk dapat mengungkapkan suatu kebenaran atau dapat menyampaikan suatu nasihat. Karena adanya suatu pesan yang terkandung di dalamnnya maka di dalam masyarakat melayu gurindam dapat dianggap menjadi sejenis kata mutiara. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi Penjelasan Syair Beserta Ciri, Jenis Dan Contohnya Berikut ini terdapat beberapa pengertian gurindam menurut para ahli, antara lain 1. Menurut Ismail Hamid 1989 istilah gurindam berasal daripada bahasa Sanskrit. Walaupun berasal daripada bahasa asing, tetapi dalam perkembangan puisi melayu, gurindam yang berkembang dalam tradisi lisam melayu mempunyai bentuknya tersendiri dan berlainan dengan gurindam dalam bahasa Sanskrit. ii. Menurut Raja Ali Haji Adapun gurindam itu, ialah perkataan bersajak akhir pasanganya, tetapi sempurna perkataanya dengan satu pasangannya sahaja, jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawab” Sutan Takdir Alisjahbana, 1954. 3. Menurut Sutan Takdir Alisjahbana 1954 Menjelaskan nahawa pembentukan gurindam yang biasanya terjad daripada sebuah kalimat majmuk, yang dibahagikan menjadi dua baris yang bersajak. Tiap-tiap baris itu ialah sebuah kalimat, dan perhubungan antara dua buah kalimat itu biasanya ialah perhubungan anak kalaimat dengan induk kalimat. Jumlah suku suku kata tiap-tiap baris itu tidak ditentukan. Demikian juga rimanya tiada tetap. iv. Menurut Za’ba 1962 Gurindam merupakan puisi yang tidak mengandungi sukatan yang tetap. Puisi ini mengandungi fikiran yang bernas dan diubah dlam bahasa yang begitu indah untuk dinyayikan bagi tujuan hiburan. 5. Menurut Harun Mat Piah 1989 Menjelaskan lagi definisi gurindam berdasarkan bentuknya iaitu sejenis puisi Melayu Lama yang tidak tetu bentuknya sama ada terikat ataupun tidak. Bentuk yang terikat terdiri daripada dua baris serangkap, danm mengandungi tiga hingga enam patah perkataan dalam sebaris dengan rimanya a,a. Biasanya beberapa rangkap gurindam diperlukan untuk melengkapkan satu keseluruhan thought. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi “Rima Dalam Puisi” Pengertian & Jenis – Contoh Ciri-Ciri Gurindam Adapun ciri-ciri gurindam yang diantaranya yaitu Gurindam memiliki dua buah baris pada setiap baitnya. Setiap baris terdapat ten-14 kata. Terdapat hubungan sebab-akibat pada tiap barisnya. Pada setiap baris memilki rima maupun saja A-A, B-B, C-C, D-D dan seterusnya. Isi kesimpulan atau maksud dari gurindam terdapat pada baris kedua. Isi keimpulan atau maksud berbentuk nasehat, filosofi, atau sebagainya. Jenis-Jenis Gurindam Adapun jenis-jenis gurindam yang diantaranya yaitu 1. Gurindam Berkait Gurindam berkait merupakan gurindam yang pada bait pertamanya memiliki hubungan dengan bait selanjutnya dan juga pada bait-bait seterusnya. Contoh Gurindam Berkait Hidup itu saling menghargai Bukan mengharap puji-puji Jika ingin punya teman banyak di kemudian hari Haruslah kita selalu menepati janji Jika tidak suka memberi Maka jangan suka memaki-maki Hidup itu harus saling mengerti Jika tidak ingin menyesal di kemudian hari Hidup memang penuh kejutan Tetapi kegagalan tetaplah menyakitkan Meskipun usaha telah maksimal Bukan berarti kamu sedang sial 2. Gurindam Berangkai Gurindam berangkai gurindam yang memiliki kata yang sama pada setiap baris pertama baitnya. Contoh Gurindam Berangkai Berburuk hati kepada teman Berburuk hati kepada lawan Jika kamu ingin hidup tenang Maka harus menghargai orang Bukalah pintu cinta dihatimu Bukanlah pintu cinta dimatamu Jika cinta itu untuknya Hendaknya kamu membuka mata Ketika bunga enggan merekah Ketika bunga enggan memerah Kabar hati engkau sedang gundah Pasti dia yang engkau pilah Nilai yang Terkandung dalam Gurindam Berikut ini terdapat beberapa nilai yang terkandung dalam gurindam, antara lain Nilai moral kehidupan manusia dengan diri sendiri yang meliputi kearifan, kesederhanaan, kejujuran, keberanian hidup, dan kewaspadaan hidup; Nilai moral kehidupan manusia dengan orang lain yang meliputi kesetiaan pada sesame manusia, kebersamaan hidup, dan penghormatan kepada orang lain; Nilai moral kehidupan manusia dengan tuhan yang meliputi kepercayaan kepada tuhan dan istiqomah. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi Pengertian Cerita Fantasi Serta Jenis Dan Contohnya Lengkap Cara Memahami Isi Gurindam Agar lebih memahami isi gurindam, Anda dapat melisankannya, seperti halnya berbalas pantun. Dengan memperhatikan lafal dan intonasi yang tepat, Anda dapat melisankan gurindam itu dengan baik. Untuk melisankan sebuah gurindam dengan baik, ada baiknya kita memperhatikan aspek lafal, intonasi, dan ekspresi. Lafal merupakan cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa dalam mengucapkan bunyi bahasa. Menguasai aspek lafal ini, kita dituntut jelas dan lugas setiap mengucapkan bunyi-bunyi bahasa. Berikutnya, kita pun harus memerhatikan aspek intonasi. Intonasi adalah lagu bicara seseorang dalam melafalkan bunyi bahasa. Memahami aspek intonasi ini bermanfaat untuk penguasaan meninggikan dan merendahkan setiap mengucapkan bunyi bahasa. Sementara itu, aspek ekspresi itu untuk meningkatkan rasa pemahaman kita dalam menyampaikan sebuah gagasan. Penyatuan jiwa antara gagasan sebuah teks dan perasaan yang melisankannya, menjadikan terjadinya kesatupaduan makna yang utuh. Dengan demikian, memahami ketiga aspek tersebut bisa menjadi prasyarat untuk melisankan sebuah gurindam. Ketika Anda melisankan sebuah gurindam dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut, Anda atau orang yang mendengarkan pembacaan itu akan mudah menjelaskan diksi, menyimpulkan isi, dan mengetahui kekhasan bentuk gurindam pada masanya. Diksi pemilihan kata suatu karya sastra itu bisa dipahami dalam tiga bentuk pembendaharaan kata; urutan kata word society; daya sugesti kata-kata. Sebagai contoh, lisankanlah gurindam berikut dengan memperhatikan penanda lafal dan intonasinya. Kurang pikir / kurang siasat/ tentu dirimu / kelak tersesat// Cahari olehmu / akan sahabat/ yang boleh / dijadikan obat// Dapatkah Anda menyimpulkan isi gurindam tersebut? Gurindam 1 berisi pesan bahwa jika kita melakukan suatu perbuatan tanpa didasari oleh ilmu, tentu kita akan terjerumus pada kesesatan. Adapun, gurindam 2 berisi pesan bahwa kita harus pandai-pandai mencari teman untuk dijadikan sahabat. Sahabat yang baik adalah yang mampu memberikan ketenangan dan menjadi “obat” manakala kita dalam kesusahan. Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa baris-baris dalam gurindam memiliki hubungan sebab akibat. Dengan demikian, diksi pilihan kata pada baris pertama mempunyai hubungan yang erat dengan diksi baris kedua. Contoh Gurindam Barang siapa tidak sembayang Ibarat rumah tidak bertiang. Dengan bapa jangan durhaka Supaya ayah tidak murka Cahari olehmu akan sahabat Yang boleh dijadikan obat Cahari olehmu akan abdi Yang ada baik sedikit budi Pada zaman dahulu kala Tersebutlah sebuah cerita Sebuah negeri yang aman sentosa Dipimpin sang raja nan bijaksana Negeri bernama Pasir Luhur Tanahnya luas lagi subur Rakyat teratur hidupnya makmur Rukun raharja tiada terukur Raja bernama Darmalaksana Tampan rupawan elok parasnya Adil dan jujur penuh wibawa Gagah perkasa tiada tandingnya Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi 17 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Terlengkap Gurindam 12 Jawi ڬوريندام دوا بلس merupakan puisi, hasil karya Raja Ali Haji seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau. Pasal one Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma’rifat Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terpedaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia mudarat. Pasal 2 Ini gurindam pasal yang kedua Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji. Pasal 3 Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, khabar yang jahat tiadalah damping. Apabila terpelihara lidah, nescaya dapat daripadanya faedah. Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, daripada segala berat dan ringan. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi’il yang tiada senonoh. Anggota tengah hendaklah ingat, di situlah banyak orang yang hilang semangat Hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi. Pasal 4 Hati kerajaan di dalam tubuh, jikalau zalim segala anggota pun roboh. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, di situlah banyak orang yang tergelincir. Pekerjaan marah jangan dibela, nanti hilang akal di kepala. Jika sedikitpun berbuat bohong, boleh diumpamakan mulutnya itu pekong. Tanda orang yang amat celaka, aib dirinya tiada ia sangka. Bakhil jangan diberi singgah, itupun perampok yang amat gagah. Barang siapa yang sudah besar, janganlah kelakuannya membuat kasar. Barang siapa perkataan kotor, mulutnya itu umpama ketur. Di mana tahu salah diri, jika tidak orang lain yang berperi. Pasal 5 Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa, Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai. Pasal half dozen Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat. Cahari olehmu akan guru, yang boleh tahukan tiap seteru. Cahari olehmu akan isteri, yang boleh menyerahkan diri. Cahari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. Cahari olehmu akan abdi, yang ada baik sedikit budi, Pasal 7 Apabila banyak berkata-kata, di situlah jalan masuk dusta. Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah tanda hampir duka. Apabila kita kurang siasat, itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, jika besar bapanya letih. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda dirinya kurang. Apabila orang yang banyak tidur, sia-sia sahajalah umur. Apabila mendengar akan khabar, menerimanya itu hendaklah sabar. Apabila menengar akan aduan, membicarakannya itu hendaklah cemburuan. Apabila perkataan yang lemah-lembut, lekaslah segala orang mengikut. Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar. Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar. Pasal 8 Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya. Kepada dirinya ia aniaya, orang itu jangan engkau percaya. Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya. Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar pada orang datangnya khabar. Orang yang suka menampakkan jasa, setengah daripada syirik mengaku kuasa. Kejahatan diri sembunyikan, kebaikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka. Pasal 9 Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan, bukannya manusia yaituiah syaitan. Kejahatan seorang perempuan tua, itulah iblis punya penggawa. Kepada segaia hamba-hamba raja, di situlah syaitan tempatnya manja. Kebanyakan orang yang muda-muda, di situlah syaitan tempat berkuda. Perkumpulan laki-laki dengan perempuan, di situlah syaitan punya jamuan. Adapun orang tua yang hemat, syaitan tak suka membuat sahabat Jika orang muda kuat berguru, dengan syaitan jadi berseteru. Pasal x Dengan bapak jangan durhaka supaya Allah tidak murka. Dengan ibu hendaklah hormat supaya badan dapat selamat. Dengan anak janganlah lalai supaya dapat naik ke tengah balai. Dengan istri dan gundik janganlah alpa supaya kemaluan jangan menerpa. Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kapil. Pasal xi Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa. Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela. Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat. Hendak marah, dahulukan hujjah. Hendak dimalui, jangan memalui. Hendak ramai, murahkan perangai. Pasal 12 Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagarkan duri. Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja. Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh inayat. Kasihkan orang yang berilmu, tanda rahmat atas dirimu. Hormat akan orang yang pandai, tanda mengenal kasa dan cindai. Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti. Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta. Demikianlah pembahasan mengenai Gurindam – Pengertian, Ciri, Jenis, Nilai, Cara dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan
tuliskan aspek kebahasaan yang digunakan untuk menulis gurindam